6 Tips Liburan Aman Pendakian Ke Area Kawah Gunung Bromo
6 Tips Liburan Aman Pendakian Ke Area Kawah Gunung Bromo

6 Tips Liburan Aman Pendakian Ke Area Kawah Gunung Bromo

6 Tips Liburan Aman Pendakian Ke Area Kawah Gunung Bromo

 

Tempat wisata di Jawa Timur ini menyimpan potensi wisata yang tidak kalah menarik dibanding beberapa pariwisata Jawa Timur lainnya. Meski demikian, berlibur ke wisata Gunung Bromo merupakan kegiatan yang mengundang bahaya. Mengapa berlibur ke Gunung Bromo sangat berbahaya? Karena Gunung Bromo adalah salah satu gunung teraktif di dunia yang setiap saat bisa saja menunjukkan aktifitas vulkanisnya. Obyek wisata Jawa Timur yang terletak di empat kabupaten/kota (Lumajang, Malang, Pasuruan, dan Probolinggo) ini sering dilanda gempa tremor berskala kecil hingga menengah.

Pendakian Gunung Bromo adalah kegiatan menyenangkan bagi setiap backpacker. Ketinggian Gunung Bromo yang tidak terlalu tinggi memudahkan setiap wisatawan mendekati puncak gunung, bahkan hingga ke bibir kawah Gunung Bromo. Benar-benar liburan yang menantang jiwa adrenalin Anda. Lalu, apa saja tips liburan yang perlu diperhatikan ketika wisatawan mendaki ke area yang mendekati kawah Gunung Bromo? Berikut ini beberapa tips liburan yang saya rangkum menurut pengalaman saya pribadi berlibur ke Bromo.

1. Hindari berlibur ke Gunung Bromo pada musim penghujan.

 

Walaupun transportasi di desa-desa sekitar kawasan Gunung Bromo sudah lancar, maksudnya jalan desa sudah diaspal, tetap saja wisatawan harus ekstra hati-hati berkendara di area Bromo. Jalan licin dan tanjakan esktrim akan wisatawan hadapi ketika tiba masa musim penghujan. Oleh karena itu, sebisa mungkin rencanakan liburan Anda ke Gunung Bromo ketika sedang berlangsung musim kemarau. Lebih baik kondisi jalan berdebu tapi kering daripada jalanan basah dan becek.

 

2. Ketahui jalur pendakian Gunung Bromo yang paling mudah.

 

Ada beberapa pilihan jalur transportasi menuju kawasan wisata Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru. Anda bisa memulainya dari wilayah yang paling dekat dengan rumah dan memiliki medan yang dikenal dengan baik. Jika wisatawan berangkat dari Kota Malang, jalur Ngadas merupakan pilihan terbaik. Namun kebanyakan wisatawan yang berlibur ke Bromo akan memilih transportasi dari Sukapura di Probolinggo, seperti halnya saya, karena jalannya relatif lebih sedikit tanjakan. Jalur Probolinggo juga relatif lebih mudah dilalui oleh bus berukuran kecil.

 

Kuda diantara Lautan Pasir Gunung Bromo

3. Patuhi pengumuman dan peringatan yang dikeluarkan oleh pengelola Gunung Bromo.

 

Tempat wisata Gunung Bromo dikelola oleh Pemerintah Daerah setempat melalui petugas kawasan wisata Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru. Mereka selalu memantau perkembangan aktifitas vulkanologi Gunung Bromo. Mereka juga mengeluarkan pengumuman Waspada 1, 2 dan 3 terhadap para wisatawan Bromo. Bahkan dalam keadaan darurat bisa saja salah satu tempat wisata terfavorit di Jawa Timur ini ditutup secara tiba-tiba. Anda harus mematuhi peringatan pengelola tempat wisata Bromo demi keamanan berlibur di salah satu tempat wisata di Probolinggo ini.

 

4. Sewalah kendaraan bermotor yang memiliki performa mesin prima.

 

Ada kalanya liburan ke Gunung Bromo dilakukan seorang diri alias solo traveler. Cara liburan ini pada umumnya dilakukan oleh para backpacker. Untuk kebutuhan berkeliling ke berbagai sudut Gunung Bromo yang menarik, seringkali backpacker harus menyewa kendaraan bermotor, bisa mobil maupun sepeda motor. Penyewaan motor atau mobil ini bisa dijumpai banyak sekali di sekitar kawasan Gunung Bromo. Pilihlah kendaraan yang memiliki performa mesin prima. Jangan hanya menilai kendaraan dari tampilan luarnya saja. Kalau perlu, cobalah kendarai motor atau mobil tersebut untuk mengetahui kenyamanan mesinnya.

 

5. Penuhi kebutuhan nutrisi tubuh dan bawalah bekal makanan secukupnya.

 

Liburan mendaki gunung merupakan jenis traveling yang membutuhkan kondisi fisik yang kuat. Walaupun Gunung Bromo tingginya tidak seberapa, tapi udara dingin akan menjadi tantangan tersendiri bagi setiap wisatawan. Usahakan perut dalam kondisi terisi makanan ketika akan melakukan perjalanan di Lautan Pasir Bromo. Ini kejadian nyata, kalau perut lapar dan dipaksakan naik gunung yang berhawa dingin, yang ada malah menimbulkan kram perut. Jangan lupa bawa cemilan atau makanan kecil sekedar untuk menghasilkan pembakaran di dalam tubuh sehingga suhu tubuh tetap hangat.

 

6. Pahami aturan-aturan tak tertulis yang berlaku di area Gunung Bromo.

 

Area wisata Gunung Bromo merupakan kawasan masyarakat adat suku Tengger yang memegang adat-istiadat dan tradisi yang kuat. Meskipun jaman sudah modern, mereka tetap mempertahankan aturan-aturan tidak tertulis yang wajib dipatuhi oleh setiap penduduk asli maupun pendatang disana. Oleh karena itu, ketahui apa saja aturan adat yang tidak boleh dilanggar selama berada di area Gunung Bromo. Info ini bisa diperoleh lewat gugling di internet maupun bertanya langsung kepada orang yang berpengalaman kesana. Walaupun hal ini terkesan sepele, tapi kalau Anda langgar bisa menimbulkan masalah yang tidak diinginkan.

Demikian beberapa tips liburan ke Bromo yang bisa saya bagi. Tips-tips di atas saya dapatkan menurut pengalaman saya pribadi waktu liburan ke Bromo. Lain orang, tentu saja lain pengalaman. Oleh sebab itu, kalau ada pembaca artikel ini yang bersedia menambahkan tips-tips lainnya, silakan berbagi melalui kolom komentar. Ayo liburan ke Gunung Bromo!

About Jurnal Wisata Indonesia

Blog Jurnalwisata.id dibuat dengan tujuan untuk membagikan konten wisata kepada banyak orang. Semoga website ini bermanfaat dan memberikan pengetahuan kepada banyak orang

Check Also

Wisata Lampung Barat

Rekomendasi Destinasi Wisata Lampung Barat Terbaik

Rekomendasi Destinasi Wisata Lampung Barat Terbaik Wisata Lampung Barat – Menghabiskan waktu liburan dengan mengunjungi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *